Memuat Konten
Silakan tunggu sebentar konten sedang dimuat....

Rahasia Oksigen dalam kapal selam Canggih!

Canggih Kapal selam Nanggala 402

Kapal selam mempunyai sistem yang canggih, bahkan lebih canggih dibandingka kapal biasa. Awak kapal tidak perlu khawatir akan kehabisan oksigen ketika berada di dalam air, kapal selam punya unit penyimpana udara tersendiri.

Mengingat beberapa hari yang lalu tentang tenggelamnya kapal KRI Nanggala 402, hingga sekarang sejak artikel ini dibuat pencarian masih terus dilakukan. Namun sebagian dari kita ada yang penasaran dengan nasib 53 awak kapal Nanggala 402 yang hilang.

Berikut ini ada beberapa penjelasan mengenai sistem kapal selam yang canggih, berdasarkan penjelasan dari Staf TNI Angkatan laut, Yudo Margono. Kapal selam menyimpan oksigen dan mampu bertahan hingga 72 jam didalam air.

Jadi selama masih dalam batas itu, ada kemungkinan awak kapal masih bisa bernafas sebelum pada akhirnya kehabisan oksigen. Jadi dalam waktu kurang dari tiga hari tersebut, bila kapal ditemukan kemungkinan besar 53 awak kapal masih bisa selamat.

Kemudian body atau dinding kapal selam dibuat dari besi baja yang mampu menahan tekanan air di kedalaman tertentu. Sistem oksigen yang canggih pada kapal selam menyuplai oksigen untuk bernafas, oksigen lambung kapal, dan juga udara khusus untuk mesin diesel.

Oksigen dalam tabung bertekanan tinggi dilepaskan melalui tangki kompresi, dalam kerjanya generator oksigen membantu mengeluar oksigen dalam tabung secara otomatis dan berkala.

Nggak cuma itu, sistem komputer membantu mengontrol seberapa banyak oksigen yang harus dilepaskan dalam interval waktu tertentu. Makanya kapal selam dijuluki kapal paling canggih dibanding kapal lainya.

Selain memgandalkan oksigen simpana kapal selsm juga bisa memproduksi oksigen sendiri dengan memasuksukan air laut yang kemudian diproses secara elektrolisisis. Kapal selam punya beberapa tangki oksigen yang bisa digunakan untuk meningkatkan kadar oksigen jika terjadi keadaan darurat.

Manusia bernafas dengan menghirup udara segar Oksigen dan mengeluarka kembali dslam bentuk karbon dioksida. Karbon dioksida ini juga berbahaya bagi manusia, apalagi dalam area tertutup. Oleh karena itu kapal selam dilengkapi dengan mesin pengikat karbon dioksida yang dinamakan scrubber.

scrubber bekerja dengan bantuan soda lima ( Asam aksorbat), soda ini akan menyerap CO2 dan kemudian menghilangkan kontaminasi asam dalam ruangan.

Seperti yang dilansir dari The Techologi, Karbon dioksida bisa terperangkap oleh soda kapur dalam sebuah reaksi kimia. Jadi campuran antara kapur dan bahan kimia natrium hidroksida serta kalsium hidrok sida bisa digunaka untuk menghilangka karbondioksida.

Dengan sistem yang canggih tersebut tetap saja kapal selam tidak mampu bertahan lama di dalam air. Sebab udara yang disimpan lama-kelamaan aka habis, kemudian juga baterai untuk mesin akan habis. Mesin diesel yang dioperasika juga membutuhkan udara untuk pembakaran.

Dalam beberapa waktu kapal selam harus naik ke permukaan untuk mengisi baterai dan mengambil udara kembali.