Memuat Konten
Silakan tunggu sebentar konten sedang dimuat....

Babi Ngepet di Depok Ternyata Rekayasa, Aslinya Babi hasil beli Online

Ustatd Adam penyebar berita Hoax Babi Ngepet

Tiga hari berturut-turut kabar babi ngepet di depok akhirnya terungkap, selain itu beberapa orang yang telanjang ketika menangkapnya juga sudah dikoordinasi.

Seorang ustadz penyebar info hoax babi ngepet Depok ditangkap polisi, polres depok menyatakan bahwa isu publik tentang babi ngepet tersebut adalah kabar bohong atau Hoax.

Pihak kepolisian sudah mematikan bahwa info soal praktik tersebut adalah hoax setelah menghabiskan 10 jam waktu untuk mewawancarai sembilan warga depok yang menjadi penyebar utama berita tentang babi ngepet.

Adam ibrahim, seorang ustadz yang pertama kali menyebarkan isu babi ngepet dan mencuri uang warga sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka atas penyebaran berita hoax.

Adam adalah sosok yang pertama yang terekam dalam sebuah pidato penyebaran isu babi ngepet di Bedahan Depok pada beberapa hari yang lalu.

Pihak kepolisian menyebut Adam memutuskan untuk mengarang cerita lantaran menerima laporan warga Bedahan yang merasa kehilangan uang. Adam bekerjasama dengan 8 orang lain dan kemudian iya memesan babi lewat marketplace secara online.

Pihak kepolisian Kapolresta Depok Imran Siregar menyampaikan, semua berita yang viral dalam 3 hari sebelumnya adalah Hoax. Berita tersebut tidak benar. Tersangka sudah bekerjasama dengan kurang lebih 8 orang untuk mengarang cerita seolah-olah babi ngepet itu benar adanya. Namun belakangan diketahui ternyata hal tersebut merupakan rekayasa Adam dan teman-temannya.

Adam melakukan rekayasa dengan memesan babi secara online dari seorang pencinta binatang di marketplace.

Namun hingga kini pihak kepolisian belum mengetahui secara pasti tentang motif apa yang digunakan oleh pelaku. Dan untuk apa melakuka hal tersebut.

Sejak kemarin usai dikubur pada hari selasa 27 april 2021 tempat pemakaman babi yang diduga babi ngepet di komersialisasi oleh warga. Viralnya berita ini tentu saja membuat banyak warga yang penasaran untuk melihat wujud babi ngepet tersebut, namun setiap warga yang masuk dikenai dikenai tarif.

"Setiap warga yang ingin melihat dan mengecek harus membayar Rp2.000 dan biaya parkir motor juga bayar Rp2.000" terang Roni salah satu warga depok seperti yang diliput Oleh BeritaTerupdate pada (28/4/2021). Ia juga menyebut warga yang datang hanya diberikan waktu 1 menit untuk melihat babi.

Pada hari rabu tanggal 28 april 2021 lalu, Polsek Sawanga mendatangi tempat penyembelihan babi ngepet untuk menemui Adam dan warga sekitar. Kemudian setelahnya Aparat juga meminta kuburan babi tersebut dibongkar kembali.

Setelah dibongkar bangkai yang dikubur tersebut masih dalam berwujud babi sepanjang 50 cm. Padahal sebelumnya saat terakhir kali seorang ketua RW Abdul Rosad menyebut bahwa, panjang babi sebelum disembelih adalah 15cm saja.

Kemudian polisi memindahkan bangkai babi tersebut ke markas Polsek Sawangan guna menghindari kerumunan Warga. Sebab masyarakat yang penasaran masih ingin terus melihat tempat pemakaman babi tersebut.

Untuk mengungkap sebuah kronologi sebenarnya dari keramaian isu viralnya babi ngepet Depok, polisi melakukan penyelidikan selama 10 jam. Penyelidikan dilakukan dengan memberi berapa pertanyaan kepada 9 orang warga yang yang pertama kali menyebarkan isu tentang adanya babi ngepet ke warga, termasuk sang pemimpinnya yakni Ustad Adam.